SMK Negri 1 ampek angkek
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmatnya asaya dapat menyelesaikan laporan ini tepat pada waktunya tanpa halangan suatu apapun.
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan rahmatnya asaya dapat menyelesaikan laporan ini tepat pada waktunya tanpa halangan suatu apapun.
Dengan ini saya sampaikan hasil laporan saya yang saya beri judul “ Laporan
Hasil Pembelajaran Photography “ .
Laporan yang saya susun ini masih banyak kekuranngan dan hal-hal yang perlu disempurnakan, Jika ada dalam tulisan saya ini yang menyinggung pembaca saya meminta maaf sebelumnya .
Laporan yang saya susun ini masih banyak kekuranngan dan hal-hal yang perlu disempurnakan, Jika ada dalam tulisan saya ini yang menyinggung pembaca saya meminta maaf sebelumnya .
Bukittinggi, 03 April 2013
Rifki Pratama
Daftar isi :
1.
Pengertian Photography
2.
Macam-macam kamera
Pocket,DSLR,Dll
3.
Bagian-bagian kamera
DSLR
4.
Macam-macam lensa
5.
Macam-macam hasil
foto
6.
Hasil editan foto
sendiri lengkap dg langkah-langkah
1. Pengertian
Fotography
Seni fotography adalahseni atau proses pengambilan gambar dan cahaya pada film
kata fotografi itu sendiri berasal dari bahsa yunani ,photos(cahaya) dan graphos yang berarti tulisan .
Seni fotografi itu sendiri merupakan sebuah gambar bitmap yang bertujuan untuk menyampaikan maksud tertentu atau sekedar untuk keindahan. seni fotografi diambil dari 2 yaitu melalui proses dan melalui suatu moment
2.
Macam-macam Kamera
Saat ini kamera dapat dikelompokkan menjadi kamera analog dan kamera digital. Kamera analog mengambil gambar dari cahaya yang ditangkap lensa, kemudian menyimpan hasilnya pada negative film. Pada kamera digital terdapat sensor penangkap gambar CCD (Charged Coupled Device) dan CMOS (Complementary Metal Oxide) lebih dari jutaan pixel (picture element). Sensor tersebut adalah suatu chip yang terletak tepat dibelakang lensa. Semakin banyak jumlah pixel pada sensor, maka gambar yang dihasilkan akan semakin detail.
Sensor yang banyak dipakai oleh produsen berupa semikonduktor dengan nama CCD (charged-couple device semiconductor) dan CMOS (complementary metal-oxide semiconductor). Kualitas maupun ukuran dari sensor ini salah satu dari faktor penting yang mempengaruhi kualitas dari gambar yang akan dihasilkan. Media penyimpanan data digital gambar pada kamera digital terpisah dengan media penangkap cahaya. Media penyimpanannya biasa disebut memori memiliki berbagai macam jenis bergantung dari produsen pembuat kamera. Media penyimpan yang umum digunakan adalah tipe-tipe Compact Flash(CF), Secure Digital(SD), Multi Media Card (MMC), Memory Stick (MS) dan (XD).
Saat ini telah banyak beredar kamera digital dari banyak produsen kamera, dengan kemampuan baik dari jumlah pixel, kapasitas memori, dan fitur-fitur tambahan lainnya. Secara umum kamera dapat dibedakan menjadi beberapa macam, antara lain:
1 Kamera Pocket
Kamera pocket disebut juga kamera saku, karena bentuknya yang kecil dan mudah dibawa kemana-mana serta sangat praktis dan mudah menggunakannya karena tidak perlu menyetel apa-apa dan yang penting adalah fotonya pasti jadi karena semuanya sudah diatur oleh kamera. Jadi dalam hal ini sang fotografer nggak perlu ikut campur masalah teknis kamera, pokoknya bidik dan jepret (point and shoot). Namun pada saat ini kamera pocket telah cukup berkembang dengan berbagai macam fasilitas seperti lensa zoom.

2. Kamera SLR
Kamera SLR (Single Lens Reflex atau Cermin Lensa Tunggal), disebut SLR karena cara kerja kamera ini karena pembidikannya dipantulkan melalui prisma dan cermin lalu diteruskan pada lensa utama sehingga tidak terjadi efek paralax (perbedaan bidikan dan hasil gambar yang ditangkap kamera) seperti yang terjadi pada kamera jenis range finder. Dengan kamera jenis ini, fotografer harus menentukan kecepatan shutter speed (Kecepatan rana), aperture (bukaan diafragma) serta fokus, maka disini fotografer adalah si penentu kualitas foto, apakah jadi kabur nggak karuan atau lebih indah dari aslinya. Dengan kamera SLR sang fotografer dapat berkreasi sebebas-bebasnya dengan membuat efek-efek tertentu dengan cara membuat kombinasi yang berbeda antara shutter speed dan aperture, selain itu kamera SLR sangat banyak asesorisnya seperti berbagai jenis lensa, filter dll. Dengan berkembangnya teknologi dibidang fotografi, maka saat ini kamera SLR juga memliliki kemampuan yang serba otomatis yang menyesuaikan dengan kondisi pencahayaan, seperti fokus otomatis, kecepatan rana otomatis, dan bukaan diafragma otomatis, Namun selain dapat disetel otomatis kamera tersebut dapat disetel manual. Kamera jenis SLR paling banyak digunakan oleh amatir maupun profesional, selain karena kemampuannya, menggunakan kamera jenis ini menurut mereka lebih menantang (mungkin maksudnya lebih ruwet karena harus nyetel ini itu.

3 Kamera Range Finder
Disebut demikian karena pembidikannya secara langsung tanpa melalui lensa utama (sama dengan kamera pocket) beberapa fasilitasnya mirip dengan kamera SLR, seperti pengaturan diafragma, kecepatan rana, penyetelan fokus serta dapat ditambah asesoris seperti filter dll. Kamera jenis ini sekarang sudah tidak populer lagi.

4. Kamera Medium Format
Kamera ini cara kerjanya mirip dengan SLR namun dengan ukuran film yang digunakan lebih besar yaitu 120 mm, dengan ukuran film tersebut maka pembesaran yang dihasilkan akan lebih baik dari pada menggunakan film 35 mm. Kamera ini biasanya digunakan pada pemotretan Still Life (benda tidak bergerak), model, ataupun untuk keperluan keperluan bisnis seperti iklan dan majalah yang membutuhkan hasil gambar yang besar.

5. Kamera Large Format
Biasa disebut juga View Kamera, kamera jenis ini menggunakan film yang lebih besar, yaitu ukuran 4x5 inci atau 8x10 inci. Jika menginginkan hasil cetak ukuran yang sangat besar dengan kualitas yang sangat bagus biasanya menggunakan kamera ini. Kamera ini biasanya hanya digunakan untuk pemotretan yang lebih khusus seperti foto udara dan foto arsitektur dari jarak dekat tanpa menimbulkan distorsi (minimal).

6. Kamera Instan
Kelebihan dari kamera ini adalah kecepatannya dalam menghasilkan gambar. Dengan kamera ini kita tidak perlu repot-repot melakukan proses cuci cetak film, sebab, beberapa detik setelah selesai pengambilan gambar, maka hasilnya akan langsung jadi. Namun disamping kelebihan yang dimiliki, kamera inipun memiliki kekurangan. Karena Film yang digunakan adalah film instan, yang tentunya tidak memiliki klise, maka hasil pemotretan tidak memungkinkan untuk dicetak ulang.

Saat ini kamera dapat dikelompokkan menjadi kamera analog dan kamera digital. Kamera analog mengambil gambar dari cahaya yang ditangkap lensa, kemudian menyimpan hasilnya pada negative film. Pada kamera digital terdapat sensor penangkap gambar CCD (Charged Coupled Device) dan CMOS (Complementary Metal Oxide) lebih dari jutaan pixel (picture element). Sensor tersebut adalah suatu chip yang terletak tepat dibelakang lensa. Semakin banyak jumlah pixel pada sensor, maka gambar yang dihasilkan akan semakin detail.
Sensor yang banyak dipakai oleh produsen berupa semikonduktor dengan nama CCD (charged-couple device semiconductor) dan CMOS (complementary metal-oxide semiconductor). Kualitas maupun ukuran dari sensor ini salah satu dari faktor penting yang mempengaruhi kualitas dari gambar yang akan dihasilkan. Media penyimpanan data digital gambar pada kamera digital terpisah dengan media penangkap cahaya. Media penyimpanannya biasa disebut memori memiliki berbagai macam jenis bergantung dari produsen pembuat kamera. Media penyimpan yang umum digunakan adalah tipe-tipe Compact Flash(CF), Secure Digital(SD), Multi Media Card (MMC), Memory Stick (MS) dan (XD).
Saat ini telah banyak beredar kamera digital dari banyak produsen kamera, dengan kemampuan baik dari jumlah pixel, kapasitas memori, dan fitur-fitur tambahan lainnya. Secara umum kamera dapat dibedakan menjadi beberapa macam, antara lain:
1 Kamera Pocket
Kamera pocket disebut juga kamera saku, karena bentuknya yang kecil dan mudah dibawa kemana-mana serta sangat praktis dan mudah menggunakannya karena tidak perlu menyetel apa-apa dan yang penting adalah fotonya pasti jadi karena semuanya sudah diatur oleh kamera. Jadi dalam hal ini sang fotografer nggak perlu ikut campur masalah teknis kamera, pokoknya bidik dan jepret (point and shoot). Namun pada saat ini kamera pocket telah cukup berkembang dengan berbagai macam fasilitas seperti lensa zoom.

2. Kamera SLR
Kamera SLR (Single Lens Reflex atau Cermin Lensa Tunggal), disebut SLR karena cara kerja kamera ini karena pembidikannya dipantulkan melalui prisma dan cermin lalu diteruskan pada lensa utama sehingga tidak terjadi efek paralax (perbedaan bidikan dan hasil gambar yang ditangkap kamera) seperti yang terjadi pada kamera jenis range finder. Dengan kamera jenis ini, fotografer harus menentukan kecepatan shutter speed (Kecepatan rana), aperture (bukaan diafragma) serta fokus, maka disini fotografer adalah si penentu kualitas foto, apakah jadi kabur nggak karuan atau lebih indah dari aslinya. Dengan kamera SLR sang fotografer dapat berkreasi sebebas-bebasnya dengan membuat efek-efek tertentu dengan cara membuat kombinasi yang berbeda antara shutter speed dan aperture, selain itu kamera SLR sangat banyak asesorisnya seperti berbagai jenis lensa, filter dll. Dengan berkembangnya teknologi dibidang fotografi, maka saat ini kamera SLR juga memliliki kemampuan yang serba otomatis yang menyesuaikan dengan kondisi pencahayaan, seperti fokus otomatis, kecepatan rana otomatis, dan bukaan diafragma otomatis, Namun selain dapat disetel otomatis kamera tersebut dapat disetel manual. Kamera jenis SLR paling banyak digunakan oleh amatir maupun profesional, selain karena kemampuannya, menggunakan kamera jenis ini menurut mereka lebih menantang (mungkin maksudnya lebih ruwet karena harus nyetel ini itu.

3 Kamera Range Finder
Disebut demikian karena pembidikannya secara langsung tanpa melalui lensa utama (sama dengan kamera pocket) beberapa fasilitasnya mirip dengan kamera SLR, seperti pengaturan diafragma, kecepatan rana, penyetelan fokus serta dapat ditambah asesoris seperti filter dll. Kamera jenis ini sekarang sudah tidak populer lagi.

4. Kamera Medium Format
Kamera ini cara kerjanya mirip dengan SLR namun dengan ukuran film yang digunakan lebih besar yaitu 120 mm, dengan ukuran film tersebut maka pembesaran yang dihasilkan akan lebih baik dari pada menggunakan film 35 mm. Kamera ini biasanya digunakan pada pemotretan Still Life (benda tidak bergerak), model, ataupun untuk keperluan keperluan bisnis seperti iklan dan majalah yang membutuhkan hasil gambar yang besar.

5. Kamera Large Format
Biasa disebut juga View Kamera, kamera jenis ini menggunakan film yang lebih besar, yaitu ukuran 4x5 inci atau 8x10 inci. Jika menginginkan hasil cetak ukuran yang sangat besar dengan kualitas yang sangat bagus biasanya menggunakan kamera ini. Kamera ini biasanya hanya digunakan untuk pemotretan yang lebih khusus seperti foto udara dan foto arsitektur dari jarak dekat tanpa menimbulkan distorsi (minimal).

6. Kamera Instan
Kelebihan dari kamera ini adalah kecepatannya dalam menghasilkan gambar. Dengan kamera ini kita tidak perlu repot-repot melakukan proses cuci cetak film, sebab, beberapa detik setelah selesai pengambilan gambar, maka hasilnya akan langsung jadi. Namun disamping kelebihan yang dimiliki, kamera inipun memiliki kekurangan. Karena Film yang digunakan adalah film instan, yang tentunya tidak memiliki klise, maka hasil pemotretan tidak memungkinkan untuk dicetak ulang.

3.
Definisi DSLR
4.
DSLR adalah ringkasan kepada ‘Digital Single-Lens
Reflex’ atau dalam Bahasa Melayunya boleh diterjemahkan sebagai ‘Pantulan Lensa
Tunggal Digital’. Sistem kamera ini sebenarnya telah wujud sejak zaman kamera
analog lagi. Pada ketika itu, ianya dikenali dengan nama kamera SLR.
5.
Cara kamera DSLR berfungsi
Seperti
namanya, kamera DSLR adalah kamera yang berfungsi dengan menggunakan lensa
tunggal. Lensa tunggal ini digunakan untuk melihat dan merakam gambar. Sistem
ini berbeza dengan sistem kamera TLR contohnya, dimana sistem kamera TLR
menggunakan 2 lensa. Satu lensa hanya untuk merakam gambar manakala satu lagi
lensa lain digunakan hanya untuk melihat.
Gambar
keratan rentas sebuah kamera DSLR (Foto oleh Hanabi123, Wikimedia Commons)
Pada
kamera DSLR, reflex mirror (cermin pantulan) dan pentaprism (prisma dengan 5
permukaan) digunakan di dalam kamera untuk membalikkan imej yang dihasilkan
melalui lensa agar dapat dilihat pada viewfinder. Apabila gambar dirakam,
reflex mirror dinaikkan ke atas lalu membenarkan cahaya bergerak terus menuju
ke sensor
Bahagian-bahagian penting pada kamera DSLR
Cara bagaimana sistem DSLR berfungsi
Cara
dan langkah-langkah kamera DSLR berfungsi:
1) Ketika kita melihat melalui viewfinder, aperture
pada lensa dibukadengan keluasan maksima walaupun pada ketika itu kita
melaraskan aperture pada bukaan kecil. Aperture besar digunakan ketika kita
sedang melihat melalui viewfinder bagi membolehkan imej yang dilihat adalah
lebih cerah. Imej yang masuk melalui lensa seterusnya dipantulkan oleh reflex
mirror menuju ke pentaprism. Pentaprism seterusnya membalikkan lagi imej
beberapa kali sehinggalah akhirnya imej dapat dilihat pada viewfinder. Pada
ketika ini, sensor kamera tidak menerima cahaya atau imej kerana shutter masih
ditutup
2) Apabila punat ditekan untuk merakam gambar,
aperture akandilaraskan kepada saiz bukaan yang telah kita tetapkan sebelum
ini. Dalam masa yang sama, reflex mirror akan dinaikkan ke atas bagi
membolehkan cahaya masuk terus menuju ke bahagian belakang kamera sebelum
cahaya didedahkan kepada sensor. Setelah reflex mirror ini dinaikkan, kita
tidak lagi dapat melihat apa-apa imej melalui viewfinder
3) Shutter dibuka lalu cahaya akan didedahkan kepada
sensor bagi merakam gambar
4) Setelah shutter dibuka dalam tempoh masa tertentu
yang telah ditetapkan, ia akan ditutup kembali. Setelah itu, reflex mirror akan
diturunkan semula, aperture akan dibuka semula ke saiz bukaan maksima dan kita
akan dapat melihat semula imej melalui viewfinder.
Sistem kamera DSLR boleh
dikatakan sistem yang rumit dan canggih jika dibandingkan dengan sistem kamera
yang lain. Oleh sebab itulah sistem kamera DSLR dianggap sebagai kamera yang
hampir sempurna, serba boleh dan mudah digunakan. Diantara kelebihan
kamera DSLR berbanding kamera compact adalah:
1) Lensa boleh ditukar ganti. Sistem kamera DSLR
selalunya menyediakan puluhan jenis lensa berbeza untuk digunakan bagi berbagai
tujuan.
2) Sensor bersaiz lebih besar. Sensor lebih besar
bermakna kualiti imej yang dihasilkan adalah lebih baik dari segi resolusi
gambar.
3) Kendalian lebih cepat. Kamera DSLR membolehkan
kawalan yang lebih cepat dilakukan untuk auto focus, manual aperture, manual
shutter dan sebagainya
Diantara kelemahan kamera
DSLR berbanding kamera compact adalah:
1) Harga kamera dan lensa untuk kamera DSLR adalah
lebih mahal
2) Kamera DSLR adalah lebih berat berbanding kamera
compact. Penggunaan dalam tempoh masa yang lama menggunakan banyak tenaga.
3) Kamera DSLR dan lensanya bersaiz besar. Faktor ini
menyukarkan rakaman foto secara kandid di kalangan subjek yang tidak dikenali.\
3. Bagian-bagian kamera DSLR
Tampak depan :
1. Lensa
Kelebihan kamera DSLR dengan camdig terletak pada
lensa. Zoom dan fokus bisa kita atur sedemikian rupa tergantung minat dan
tehnik kita. Dan kita juga bisa mengubah jenis-jenis lensa kita sesuai dengan
kebutuhan. Misal: clasic lense, fishe eye lense, super wide angel lense dan
lain-lain. DSLR dan lensa memiliki perbedaan mount, jadi tidak bisa sembarangan
membeli lensa. Pastikan size mount kamera dan lensa sama.
2. Grip
Merupakan bagian yang menonjol sebelah kanan pada
kamera DSLR yang berfungsi sebagai pegangan kamera supaya kuat dan lebih mantap
pada waktu jepret.
3. Shutter and dial
Tombol shutter berfungsi untuk mengambil bidikan dan
dial berfungsi untuk mengatur kecepatan diagfragma/aperature
4. Tombol lensa
Berfungsi sebagai pemisah antara body kamera dengan
lensa
5. Built in flash light
Berfungsi untuk memberikan penerangan diwaktu cahaya
kita kurang.
Tampak belakang :
1. Viewfinder
Merupakan istilah lain dari jendela bidik. Apapun yang
kita lihat di viewfinder hasilnya akan sama dengan hasil jepretan kita. Di
viewfinder terdapat karet yang berfungsi sebagai penahan cahaya dan bantalan
mata kita yang disebut eye piece. Terdapat pula titik fokus.
2. LCD
Terdapat 3 fungsi didalam LCD antara lain : melihat
hasil jepretan kita, melihat info-info dan settingan pada kamera, dan terakhir
sebagai live view yaitu sebagai jendela bidik sama seperti viewfinder, terdapat
pula titik-titik fokus.
3. Tombol navigasi
Berfungsi untuk mengendalikan setting camera dan
melihat hasil foto yang sudah kita ambil. Tiap kamera berbeda-beda. Ada yang
berbentuk analog dan ada yang berbentuk scrol.
4. Tombol play
Melihat tampilan hasil jepretan kita
5. Tombol menu
Berfungsi untuk Melakukan perubahan settingan kamera
yang dapat kita lihat di LCD
6. Tombol zoom
Berfungsi untuk memperbesar dan memperkecil hasil
jepretan kita.
7. Tombol AV
Berfungsi mengatur kompensasi pencahayaan (exposure
compensation)
8. Speaker
Mendengar suara yang sudah kita rekam divideo.
9. Tombol rekam
Berfungsi merekam video
Tampak atas
1. Tombol power
Menghidupkan dan mematikan kamera DSLR
2. Shut mode button
Berfungsi mengatur
mode-mode pemotretan yang kita inginkan
4. Macam-Macam Lensa
Lensa yang memiliki ukuran lensa sekitar 18mm hingga 55mm. Jenis ini bisa dibilang sebagai yang umum digunakan karena sudah ada ketika pertama kali kita membeli sebuah kamera.

- Lensa Super Wide (Pandangan Lebar)
Lensa ini memiliki ukuran lensa antara 8mm hingga 16mm. Bisa disebut juga sebagai fish eye lens karena terkadang bisa membentuk distorsi bentuk dalam pengambilan gambar.

- Lensa Telephoto
Lensa yang memiliki panjang lensa antara 55mm hinga 300mm. Ukurannya sangat panjang. Biasa dipakai untuk pengambilan gambar dalam jarak jauh. Dan sering kali terlihat paparazi memakai kamera berlensa ini untuk mengambil gambar artis dari jarak jauh ^w^

- Lensa Makro
Lensa yang memiliki rentang lensa sempit. Digunakan untuk mengambil gambar yang berukuran kecil atau untuk mengambil detil detil kecil dari sebuah objek. Ukurannya antara 50mm macro hingga 135mm macro

- Lensa Superzoom
Memiliki rentang lensa yang lebar, antara18mm hingga 200mm. Lensa ini seperti perpaduan antara lensa standart dan telephoto.

- Sudut Lebar (Wide Angle)
Lensa berjangkauan lebar. Cocok untuk memotret penorama atau pemandangan.
Contoh ukuran lensa : 18 mm, 24 mm, 28 mm.

Ada beberapa produsen yang mengkhususkan pada lensa seperti Sigma, Tamron dan Tokina. Biasanya produsen lensa menyediakan dua jenis lensa : yaitu lensa biasa dan dan lensa yang berkualitas tinggi.
Tamron
Sigma

Tokina









0 komentar:
Posting Komentar